Mengenal Anak-anak "Attention Deficit Disorder (ADD)"
Hiperaktif adalah tingkah laku yang berlebihan, tidak bertujuan, dan tidak terkendali. Anak yang mengalami hiperaktif sukar mengendalikan diri dalam merespon rangsangan, artinya semua rangsangan yang ada di sekitarnya direspon secara bersamaan, anak seperti itu
Bermain bagi Anak
Bermain pada anak merupakan salah satu sarana untuk belajar. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya. Baik pengalaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun dengan lingkungan di sekitarnya.
Mengetahui Intelejensi dan IQ bagi Anak
bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi
lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan
bahwa intelejensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan
proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, intelejensi tidak dapat
diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai
tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional
itu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi intelejensi adalah :
Periode Peka pada Pertumbuhan Anak
lahir dan sesudah lahir. Panjang periode peka tersebut bisa lama, dan
bisa juga sangat pendek. Dr. Montessori telah banyak melakukan
penelitian tentang periode peka pada perkembangan anak, jauh sebelum
para ahli syaraf mengetahui tentang cara kerja bagian-bagian otak.
Kesulitan Makan pada Anak
Masalah makan pada anak pada umumnya adalah masalah kesulitan makan. Hal ini penting diperhatikan karena dapat menghambat tumbuh kembang, optimasi pada anak. Kesulitan makan adalah ketidakmampuan untuk makan dan menolak makanan tertentu.
Tips Mendongeng dari Kak Andi Y.A.
1. Siapkan cerita terlebih dahulu, dapat dari buku atau mengarang sendiri.
2. Cobalah berlatih sendiri dengan menceritakan kembali dongeng tersebut di depan cermin.
3. Latihlah vokal, gerak, dan mimik muka.
4. Setelah itu, Anda berlatih tanpa cermin.
Pendidikan Bahasa Inggris di TK
Pendidikan bahasa Inggris di TK dimaksudkan untuk mengenal bahasa Inggris pada usia dini serta untuk membangun sikap positif terhadap bahasa Inggris.
Bayi dan Ibu
- Pengenalan raut wajah. Bayi yang baru lahir menatap wajah ibunya lebih lama dibandingkan menatap wajah asing. Jadi dia dapat membedakan yang mana Anda dan yang mana orang lain sejak usianya masih sangat dini, mungkin sejak beberapa minggu setelah kelahiran.
- Bau tubuh. Bayi yang diberi ASI menjadi sangat peka terhadap aroma susu ibunya, dan sepertinya hal itu berpengaruh pada kemampuannya membedakan bau tubuh ibunya.
- Nada suara. Bayi yang baru lahir menyukai dan mengenali suara ibunya. Hal ini sungguh sulit dipercaya, tetapi masuk akal karena dia selalu mendengar suara ibunya selama sembilan bulan dalam kandungan. Hal itu membuatnya merasa aman dan terlindungi.
- Nyanyian. Mungkin Anda mengira suara nyanyian Anda tidak merdu, tetapi bayi Anda tidak berpikir begitu. Dia menyukai nyanyian Anda sampai-sampai ketika ada perubahan pada nada kesukaannya, maka dia terlihat kurang merespon.
Tips membangun kedekatan dengan bayi Anda :
- Tataplah bayi Anda saat dia minum susu. Kapanpun bila memungkinkan, arahkan wajah Anda kepadanya sehingga jelas terlihat olehnya.
- Tersenyumlah sebanyak mungkin pada bayi Anda meski dia tidak membalas senyuman Anda. Dia akan merasakan kehangatan emosional yang Anda curahkan kepadanya.
- Sebisa mungkin tenangkan bayi Anda saat dia menangis, meski Anda tidak selalu tahu apa yang membuatnya menangis.
- Bicaralah pada bayi Anda di setiap kesempatan saat memberi makan, mengganti popok, dan bermain dengannya. Kata-kata memperkuat hubungan Anda dengannya.
- Saat Anda memeluk bayi Anda, sentuhlah pipi dan dagunya dengan lembut. Dia akan terlihat menggerakkan kakinya dengan senang.
Pesan Al-Ghazali kepada Penuntut Ilmu
1. Hiasilah dirnya dengan akhlak yang mulia dan menjauhi budi pekerti yang buruk.
2. Meminimalisir kesibukannya dari hal-hal yang dapat memalingkan dirinya dari meraih ilmu dan mengonsentrasikan waktu.
3. Tidak boleh bersikap sombong dengan ilmunya dan tidak boleh menjerumuskan pengajarnya.
4. Janganlah seorang penuntut ilmu membiarkan suatu bidang ilmu yang terpuji dan jangan pula suatu cabangpun di antara cabang-cabangnya, melainkan harus diperhatikan dengan baik olehnya maksud dan tujuannya serta kesimpulan akhirnya.
5. Janganlah seorang yang sedang menuntut suatu bidang ilmu pengetahuan mempelajarinya dengan sekaligus, melainkan harus tertib dan memulainya dari bagian yang paling penting.
6. Janganlah seorang penuntut ilmu beralih ke bidang lain sebelum menguasai bidang yang sebelumnya.
7. Ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya.
8. Hendaknya niat sang pelajar saat sedang menuntut ilmu adalah untuk menghiasi batinnya dan memperindahnya dengan keutamaan, menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Menemukan Makna dan Kebaikan
1. Latih kesadaran Anda terhadap keindahan. Nikmati keindahan dalam bentuk senyum hangat, sapaan lembut, cahaya matahari yang baru terbit, suara latu, minuman sejuk, rintik hujan, warna-wanri kupu-kupu, dll.
2. Beri kesempatan anak-anak mengalami keindahan.
3. HIndari pesan-pesan negatif atau menakutkan.
4. Dengarkan cerita anak-anak Anda tentang saat-saat indah dan menyenangkan yang mereka alami.
5. Pilih sesuatu di lingkungan Anda yang dapat selalu mengingatkan pada sesuatu yang baik dan indah. Dengan demikian Anda mengisi hati Anda dan keluarga dengan koleksi keindahan dan kebaikan.
6. Kembangkan rasa humor dalam keluarga.
Cara Mendidik Anak
- Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki
- Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
- Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia belajar rendah diri
- Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri
- Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
- Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri
- Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan
- Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, dan persahabatan, Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Manfaat Musik bagi Anak
"Mempelajari sebuah instrumen Musik dapat mengembangkan fungsi-fungsi mental."
"Musik menstimulasi gerakan dan mengembangkan kemampuan koordinasi fisik serta" pengendaliannya.
"Musik membantu mengembangkan kemampuan daya ingat untuk proses belajar dan penyimpanan informasi".
"Musik membantu kita memahami matematika dan ilmu pengetahuan."
"Aktivitas-aktivitas musik secara alami mendorong terbentuknya kepemimpinan, komunikasi," dan kemampuan membangun suatu kelompok, dan mengajarkan keterampilan sosial yang hebat.
"Musik membantu anak bekerja bersama-sama."
"Musik dapat membantu kesejahteraan emosional dan kesehatan."
"Musik meningkatkan ekspresi diri artistik dan kreativitas."
Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah.
Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai 6 tahun. Pada usia ini secara terminologi disebut sebagai anak usia prasekolah. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian/kajian yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum, Balitbang Diknas tahun 1999 menunjukkan bahwa hampir pada seluruh aspek perkembangan anak yang masuk TK mempunyai kemampuan lebih tinggi daripada anak yang tidak masuk TK di kelas I SD Usia 4-6 tahun, merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak.
Tujuan pendidikan prasekolah menurut pasal 3 PP No.27 tahun 1990 adalah untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Pendidikan prasekolah mempunyai prinsip dalam segala kegiatannya, salah satunya adalah harus menyenangkan dan menarik. Anak-anak pada sekitar umur 3 atau 4 tahun merupakan massa permulan terbukanya jiwa anak-anak untuk menerima pengaruh dari luar melalui panca inderanya secara luar biasa. Anak-anak sangat tertarik kepada gambar-gambar teristimewa yang berwarna, lagu-lagu dan suara pada umumnya, cerita-cerita tentang apapun juga. Massa ini dinamakan “gevoelige periode” oleh Montessori.
Sejarah Pendidikan Prasekolah
Pada tahun 1840, Friedrich Fröbel, yang berkebangsaan Jerman, mendirikan sekolah pertamanya yang bernama “Kindergarten”. Kinder berarti anak dan garten berarti taman. “Taman Anak” ini berdiri di kota Blankerburg dan merupakan pelopor sekolah bagi anak-anak usia dini di dunia. Menurut Fröbel, anak-anak kecil itu seharusnyalah dianggap dianggap sebagai tumbuh-tumbuhan yang masih meminta pemeliharaan serta perhatian sepenuhnya dari si ‘juru taman’.
Fröbel berkeinginan agar anak-anak kecil itu sedapat mungkin didekatkan dengan alam. Dalam Taman Anak ini diajarkan nyanyian-nyanyian, permainan serta macam-macam pekerjaan anak-anak. Fröbel ingin menggunakan keinginan untuk bertenaga dari tiap-tiap anak kecil, hingga segala tingkah lakunya yang oleh anak-anak sendiri dialami sebagai kesenangan, memberi manfaat yang sebesar-besarnya, baik untuk hidupnya lahir maupun untuk hidup rohaninya. Selain itu, diharapkan taman ini menjadi tempat yang menyenangkan, ceria, gembira, bermain, bebas beraktivitas, bereksplorasi sehingga anak menjadi ceria, terampil, cerdas dan mandiri.
Setelah Fröbel (akhir abad ke-18), ungkapan mengenai kemerdekaan dalam usaha pendidikan sudah terbuka, dan yang paling terkemuka pada akhir abad ke-19 adalah Maria Montessori dengan “Montessori-scholen”-nya yang kini terdapat di seluruh dunia. Montessori mendukung Fröbel dengan mengatakan bahwa masa anak-anak akan mempengaruhi masa dewasa yang akan datang (perkembangan anak mempengaruhi perkembangan dewasa).
Dr.Maria Montessori adalah seorang tabib wanita bangsa Itali yang kemudian pada tahun 1900 menghentikan praktek kedokterannya dan tetap masuk ke dalam kalangan pendidikan. Awal mula Montessori tertarik ke dalam dunia pendidikan adalah pada saat dia berusaha untuk mengembalikan anak-anak yang pada saat itu dianggap gila, idiot, menjadi anak-anak hidup secara normal seperti anak-anak seusianya, dan hal itu berhasil hingga Montessori menjadi kinderpaedagoog atau ahli pendidik anak-anak.
Pada tahun 1907, Montessori mendirikan rumah sekolah yang dinamakan “Casa deibambini” yang berarti “rumah untuk merawat anak-anak”. Maksud didirikan sekolah ini adalah agar anak-anak berada di dalam rumah perawatan selama orang tuanya bekerja di pabrik, dan pada waktu petang diambil kembali oleh orang tuanya masing-masing.
Sekolah Montessori berbeda dengan sekolah Taman Anak Fröbel karena sekolah Taman Anak masih terbatas untuk kaum atasan dan dalam beberapa hal dianggap kurang sesuai dengan jaman pada saat Montessori. Selain itu, Montessori mendapatkan penghargaan luar biasa karena hasratnya yang subjektif untuk memperbaiki dan menyempurnakan cara pendidikan bagi anak-anak umumnya, khususnya bagi anak-anak yang kekurangan fikiran, namun dia juga memegang teguh dasar dan azas ilmu pengetahuan dalam segala penyelidikan. Berbagai percobaan telah dilakukan, sehingga pengetahuan pendidikan, teori-teori pendidikannya didasarkan bukti-bukti yang konkrit.
Montessori mengatakan bahwa anak-anak jangan diajari tapi harus dituntun. Di dalam sekolah Montessori tidak ada pengajar, yang ada adalah penuntun yang bertugas terus melihat dan mengamati si anak. Segala perbuatan yang spontan harus diperhatikan, dibolehkan, jangan dilarang atau dihalang-halangi. Anak-anak harus dituntun secara individu. Satu hal yang penting dalam maksud pendidikan menurut Montessori adalah mencerdaskan jiwa anak-anak menurut kodratnya masing-masing. Metode ini sangat terkenal di Eropa dan Amerika. Selain itu, dimana-mana berdirilah perhimpunn-perhimpunan Montessori, dan buku-bukunya diterbitkan dalam pelbagai bahasa. Juga di Indonesia, pada jaman Belanda sudah ada beberapa sekolah Montessori dan perhimpunannya, yang menamakan dirinya “Montessori-groep” yang berpusat di Malang.
Sekitar tahun 1941, Indonesia, yakni di perguruan Taman Siswa akan mendapat kehormatan berupa tinjauan langsung oleh ahli pendidik Montessori, namun dibatalkan karena saat itu Indonesia sedang perang melawan Belanda.
Pada tanggal 3 Juli 1922, perguruan nasional Taman Siswa, yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara membuka sekolah anak-anak kecil di bawah umur 7 tahun, yang dinamakan Taman Lare atau Taman Anak. Selanjutnya nama seklah ini diganti menjadi “Taman Indria”. Alasannya adalah karena dipandang dari sudut psikologi, jiwa anak-anak di bawah umur 7 tahun itu semata-mata masih berada dalam periode perkembangan panca-inderanya. Dasar inilah yang dipakai Fröbel untuk memberi bentuk, isi dan metodenya pada Kindergarten. Dasar itulah pula yang leh Montessori digunakan untuk mewujudkan cita-cita pendidikannya bagi anak-anak.
Dasar-dasar sistem pendidikan Taman Siswa bagi anak-anak di bawah umur 7 tahun ini memodifikasi metode Fröbel dan metode Montessori, dan menyesuaikannya dengan adat Timur. Taman Indria inilah yang merupakan awal mula terbentuknya sekolah Taman Kanak-kanak di Indonesia.
Sebetulnya, yang menggagas berdirinya Yayasan Beribu adalah seorang Belanda yang bernama Rina Marsaman. Gagasan ini bermula untukmengisi waktu luang para ibu yang ditinggal perang oleh suaminya, untuk mengajar anak-anak di sekitarnya. Mary Saleh, Ema P, dan Ema S. menjadi 3 wanita yang belajar langsung di Eropa untuk pengetahuannya dalam mendirikan Yayasan Beribu ini. Yayasan Beribu telah berhasil mencetak guru-guru TK yang selanjutnya tersebar di berbagai TK di Indonesia.
Sejak tahun 1957 dan sejak PP nomor 27 tahun 1990, TK di Indonesia telah sangat pesat dalam segi jumlah sampai sekarang. Menurut PP tersebut : pendidikan prasekolah berguna untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah, dan Taman Kanak-kanak adalah salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar.
Pada tahun 2000, pemerintah mulai memperhatikan TK, dan sejak tahun 2002 muncullah berbagai variasi TK seperti TK Plus, Terpadu, Unggul dan TK Full Day; namun Yayasan Beribu tetap sebagai pelopor berdirinya pendidikan guru TK di Indonesia.
Homeschooling For Kids Bandung
Anak adalah titipan Tuhan YME yang merupakan karunia dan membuat setiap orang tua akan terus berusaha memberikan bekal terbaik bagi anak-anaknya untuk sampai pada titik strategis agar dia mampu berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain, dengan lingkungan bertumbuh yang sehat dan menyenangkan, pendidikan yang memadai, kasih sayang berupa pemenuhan segala kebutuhan fisik dan psikisnya.
Otak anak pada usia 2-4 tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat, hingga 80%. Pada usia tersebut terjadi masa peka, dimana terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.
Homeschooling hadir sebagai inovasi pendidikan untuk membantu mengambangkan potensi besar dalam diri anak usia dini. Belajar tak lagi di sebuah tempat dan dalam waktu tertentu saja, tetapi bisa terjadi di mana saja dan sepanjang hari. Sumber belajar pun tidak hanya sosok tertentu dan buku pelajaran, tetapi dapat siapa saja dan apa saja.
A. MAKSUD
Membantu anak usia 2-4 tahun agar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
B. TUJUAN
Membantu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan anak usia 2-4 tahun, serta mngembangkan potensi dan kecerdasan anak, yakni Multiple Intelligences (Gardner) :
1. Kecerdasan linguistik
3. Kecerdasan spasial
4. Kecerdasan kinestetis-jasmani
5. Kecerdasan musikal
6. Kecerdasan interpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan naturalis
III. KEUNGGULAN HOMESCHOOLING
Beberapa keunggulan homeschooling bagi anak :
a. Membangun kemandirian dan kreativitas individual, bukan pembelajaran secara klasikal.
b. Memberi peluang untuk mencapai kompetensi individual semaksimal mungkin.
c. Memberi ruang lebih luas kepada anak untuk melakukan kegiatan keagamaan dan rekreasi/ olah raga.
d. Membantu anak lebih berkembang, memahami diri dan perannya, serta mengondisikan anak dengan berbagai situasi, kondisi, dan lingkungan sosial.
IV. METODE
Metode homeschooling bagi anak usia 2-4 tahun adalah dengan bermain, karena bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain merupakan konsep dasar pendidikan prasekolah. Dengan bermain, anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan. Selain itu, bermain membantu anak mengenal dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan, karena homeschooling dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.
Informasi dan Pendaftaran :
Ibu Grace(022) 92386333/ 08164866654
Ganata Education and Talent Centre
Ganata Education and Talent Centre didirikan pada tahun 2006. Bidang pengembangannya meliputi pendidikan dan seni.
Bidang pendidikan meliputi :
1. Homeschooling bagi anak usia 2-4 tahun.
2. Bimbingan belajar/ Privat/ Kelompok belajar bagi siswa SD-SMA dan Anak Berkebutuhan Khusus
Bidang Seni meliputi :
1. Pengembangan bakat seni anak melalui les musik.
2. Penyediaan jasa Paduan Suara, Mini Orkestra, dan Electune untuk berbagai keperluan.
Selain itu, GAnata Edu juga menghasilkan produk Alat Permainan Edukatif (APE)
Informasi :
Ibu Grace
(022) 92386333/ 08164866654